Cegah dan Kendalikan Malaria, Tim P2P Puskesmas Klaten Selatan Lakukan Tracking Malaria

Tim P2P Puskesmas Klaten Selatan, pada Selasa (03/02) mengadakan penyelidikan epidemiologi dan tracking kasus Malaria di Desa Glodogan. Kegiatan dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan kasus Malaria di wilayah kerja Puskesmas Klaten Selatan khususnya di Desa Glodogan. Sebelumnya, tim P2P Puskesmas Klaten Selatan menerima laporan KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit) dari Dinas Kesehatan Klaten bahwa ada penderita Malaria di wilayah kerja Puskesmas Klaten Selatan. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, diketahui bahwa penderita memiliki riwayat berasal dari daerah endemis malaria. Tim P2P Puskesmas Klaten Selatan melakukan pemeriksaan rapid test anti malaria dan meberikan edukasi kepada keluarga.
Lalu apa itu malaria?
Malaria adalah penyakit infeksi menular yang dapat menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Hampir sama dengan gejala demam berdarah, malaria umumnya ditandai dengan demam dan menggigil selama beberapa hari. Penularan malaria terjadi ketika nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi Plasmodium menggigit manusia.
Plasmodium tersebut akan dilepaskan ke dalam aliran darah dan menyebabkan parasit berkembang di dalam hati, kemudian menyerang sel darah merah dan menimbulkan munculnya gejala klinis. Apabila tidak segera mendapat penanganan, malaria dapat menyebabkan komplikasi, seperti anemia dan hipoglikemia (gula darah rendah). Pada kondisi lebih serius, malaria bisa berkembang menjadi malaria serebral pemicu penyumbatan pembuluh darah otak dan perdarahan di area otak.
Apa Penyebab Malaria?
Malaria disebabkan oleh infeksi Plasmodium yang terbawa nyamuk Anopheles betina. Malaria tidak dapat menular lewat kontak langsung dari satu orang ke orang lainnya, melainkan melalui gigitan nyamuk. Akan tetapi, penyakit ini juga dapat menyebar dengan cara berikut:
- Penularan dari ibu kepada bayi saat melahirkan (malaria kongenital).
- Transfusi darah.
- Penggunaan jarum suntik bersama.
Malaria disebabkan oleh infeksi parasit. Terdapat lima jenis spesies parasit yang bisa menyebabkan malaria pada manusia, yaitu:
- Plasmodium vivax atau malaria tertiana, gejala yang ditimbulkan sedikit ringan dan muncul berselang setiap tiga hari. Jenis parasit ini dapat bertahan di dalam hati selama 3 tahun sehingga sangat berpotensi untuk kambuh kembali.
- Plasmodium malariae atau malaria quartana, gejala yang timbul berselang setiap empat hari.
- Plasmodium ovale atau malaria ovale, gejala yang ditimbulkan sama dengan malaria quartana. Jenis parasit ini banyak ditemukan di Afrika dan Pasifik Barat.
- Plasmodium falciparum atau malaria tropika, gejala yang ditimbulkan berselang 48 jam sekali. Parasit ini dapat menyebabkan malaria serebral yang fatal sehingga menduduki urutan pertama penyebab kematian terbanyak akibat malaria.
Apa Saja Faktor Risiko Malaria?
Malaria adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit malaria, di antaranya adalah:
- Usia. Malaria dapat terjadi pada semua kalangan usia, tetapi penyakit ini rentan dialami oleh anak berusia di bawah 5 tahun.
- Tinggal di lingkungan dengan iklim tropis. Malaria sangat umum terjadi pada negara atau daerah yang memiliki iklim tropis, termasuk Indonesia.
- Berada di daerah yang minim fasilitas kesehatan. Minimnya akses atau kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan yang menghambat pengobatan malaria dapat meningkatkan peluang tertular malaria dan berkembangnya penyakit menjadi kondisi yang lebih parah.
Apa Gejala Malaria?
Orang yang terinfeksi malaria biasanya baru mengalami gejala dalam kurun waktu 10 hari hingga 4 minggu pascagigitan pertama. Akan tetapi, tak jarang gejala tersebut muncul dalam waktu 7 hari setelah terinfeksi. Adapun beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita malaria adalah sebagai berikut:
- Demam tinggi.
- Menggigil.
- Mual dan muntah.
- Diare.
- Nyeri kepala.
- Nyeri otot.
- Kelelahan.
- Banyak berkeringat.
- Nyeri perut.
- Kehilangan selera makan.
- Kesulitan bernapas.
- Detak jantung meningkat.
-SEF-
What's Your Reaction?




