Klaten Waspada Campak, Puskesmas Klaten Selatan Siap Laksanakan ORI

Tim P2P Puskesmas Klaten Selatan pada Selasa (17/03) melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan ORI (Outbreak Response Immunization) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Maret 2026. Hal ini dilakukan karena ditemukan dua kasus positif campak perdanan dalam 10 tahun terakhir di Kabupaten Klaten. Dua anak yang positif campak tersbut berasal dari Kecamatan Prambanan dengan rentang usia 5 dan 6 tahun. Diduga, infeksi terjadi akibat faktor mobilitas tinggi.
Lalu, apakah campak itu?
Campak adalah penyakit akibat infeksi virus yang ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, dan ruam di seluruh tubuh. Infeksi campak berawal dari saluran pernapasan yang kemudian menular melalui percikan air liur.
Bagaimana gejalanya?
Gejala awal campak atau measles adalah sakit tenggorokan, mata berair dan kemerahan (konjungtivitis), dan bintik putih di dalam mulut. Ruam yang muncul mulanya berupa bintik-bintik merah kecil, kemudian menyatu hingga ukurannya membesar.
Meskipun mirip, gejala campak berbeda dengan gejala rubella. Pada campak, ruam bisa bertahan selama 5–7 hari. Sementara itu, ruam rubella berlangsung selama 1–3 hari. Kedua penyakit tersebut sama-sama dicegah dengan vaksin MMR.
Gejala campak akan timbul sekitar 7–14 hari setelah terinfeksi, dengan keluhan awal mirip dengan gejala flu. Berikut adalah beberapa gejala campak:
- Demam
- Lemas
- Pilek atau hidung tersumbat
- Batuk kering
- Diare
- Muntah
- Hilang nafsu makan
- Mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya
- Muncul bercak putih di dalam mulut
Beberapa hari setelah mengalami gejala di atas, ruam kemerahan umumnya akan muncul di area wajah dan leher. Ruam ini pun dapat menyebar ke hampir seluruh tubuh. Ukuran ruam campak awalnya kecil, tetapi dapat menyatu dan membentuk ruam besar.
Apa penyebabnya?
Campak disebabkan oleh infeksi virus Morbillivirus. Virus ini dapat menular dengan mudah melalui droplets atau percikan liur dari mulut dan hidung penderita campak, yang keluar ketika batuk, bersin, atau berbicara.
Seseorang juga bisa terkena campak ketika menyentuh mulut atau hidungnya setelah memegang benda yang telah terkontaminasi droplets penderita campak. Risiko untuk terkena campak pun meningkat pada kondisi berikut::
- Bayi yang belum cukup umur untuk mendapatkan vaksin
- Siapa pun yang belum mendapatkan vaksin campak dan MMR secara lengkap
- Tinggal bersama atau merawat orang yang terinfeksi campak
- Daya tahan tubuh lemah akibat kondisi kesehatan tertentu, seperti menderita HIV/AIDS atau kanker
Bagaimana cara mencegahnya?
Untuk mencegah penyakit campak, pastikan Anda mendapatkan imunisasi campak dan MMR. Imunisasi campak dapat diberikan sejak anak berusia 9 bulan. Pemberian vaksin MMR dapat kembali dilakukan setelah anak menginjak usia 12–18 bulan, dan diulang kembali saat anak berusia 5–7 tahun.
Vaksin campak dan MMR tetap bisa diberikan kepada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin sama sekali. Pada orang dewasa, dosisnya adalah 2 kali pemberian, dengan jeda 28 hari antara dosis pertama dengan dosis selanjutnya.
Sebagai catatan penting, jika Anda belum pernah divaksin MMR dan sedang merencanakan kehamilan, lakukan imunisasi minimal 1 bulan sebelumnya. Alasannya, vaksin MMR tidak boleh diberikan selama kehamilan.
Selain tindak pencegahan tersebut, penularan campak juga dapat dicegah dengan melakukan isolasi mandiri ketika terkena penyakit ini. Isolasi dapat dilakukan sejak gejala muncul, hingga 4 hari setelah ruam timbul.
Selama menjalani perawatan, penderita campak dan orang yang merawatnya disarankan untuk:
- Tidak berbagi peralatan makan dan perlengkapan mandi
- Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
- Menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin dengan lengan atau tisu. Jika memakai tisu, segera buang tisu tersebut ke tempat sampah
- Membersihkan rumah secara rutin dengan desinfektan
Bagaimana cara mengobatinya?
Campak dapat sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Namun, untuk membantu meredakan gejala, penderita disarankan untuk melakukan upaya-upaya berikut:
- Banyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi atau berikan ASI yang cukup jika yang terkena adalah bayi
- Minum obat pereda demam, seperti Alphamol atau Fenris Sirup. Jangan berikan anak aspirin karena dapat memicu terjadinya sindrom Reye
- Beristirahat yang cukup
- Mengonsumsi makanan sehat dan lunak atau mudah untuk ditelan
- Minum obat batuk
- Memberikan kompres hangat jika mata merah dan berair
- Minum suplemen vitamin A, seperti Vitamin A IPI atau Vitamin A 200000 IU, sesuai saran dokter
Pasien yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin campak dalam waktu 72 jam setelah gejala muncul. Tujuannya adalah untuk meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan.
Pada bayi, ibu hamil, dan pasien dengan daya tahan tubuh yang lemah, dokter akan memberikan suntik antibodi. apabila diberikan dalam waktu 6 hari setelah paparan virus, suntikan antibodi dapat membantu mengurangi keparahan gejala.
Kapan harus kedokter?
Segera kunjungi IGD rumah sakit terdekat ketika gejala campak disertai dengan keluhan berikut ini:
- Demam tinggi, lebih dari 39°C, dan tidak turun setelah diobati dengan obat demam, seperti paracetamol
- Sesak napas
- Linglung
- Kejang
Pada ibu hamil, pertolongan medis secepatnya juga diperlukan ketika melakukan kontak dengan penderita campak atau orang yang mengalami gejala campak. Alasannya, infeksi campak pada kehamilan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, bahkan keguguran.
-SEF-
What's Your Reaction?




